Apache Web Server – Go Online (4)

Ingin web server Anda bisa diakses banyak orang ? Atau cukup untuk kalangan internal saja ?

Dimana Anda ingin meletakkan Server ? Di kantor, dengan segala perangkatnya, atau di data center ?

Pada bagian ini akan dijelaskan sekilas Home server dan deploy server di data center.

Home Server
Ternyata Anda ingin memamerkan webserver (yang ada di kamar) dan situs buatan Anda ke teman2 di kampus. Go Ahead ! Intinya Anda punya saluran Internet, impian Anda akan terkabul ! Hehehe

    1. Punya akses lumayan cepat (katakanlah speedy)
    2. Punya Modem ADSL/DSL

Oke, mari mulai.

IP Anda :

    Anda musti mengetahui IP yang diberikan oleh provider Internet.Ada 2 jenis IP. Statik dan dinamis.IP statik tidak akan berubah selama Anda online atau terhubung ke internet. Misalkan IP Anda 202.123.243.543. Maka selama Anda berlangganan, IP Anda tetap tidak berubah.

    IP dinamis akan berubah setiap periode saat online atau terhubung ke Internet.
    Saat pagi saya mendapatkan IP 125.164.234.234, saat sore habis mandi sudah berubah lagi jadi 125.164.222.222 , 2 jam lagi berubah lagi jadi 125.164.123.174 begitu seterusnya.

    Tahu dari mana IP Anda ? Cek saja di modem atau disitus yang memberi informasi IP Anda. Misal di xdeira.com :)

Port Forwarding:

    Langkah selanjutnya adalah seting port forwarding Modem ADSL Anda. Buka port 80 (untuk webserver) agar dapat diakses dari luar.Jika IP komputer Anda statik misal 192.168.1.111, maka port forwarding modem harus diarahkan ke IP tersebut.

    Hati2 !!! IP komputer berbeda dengan IP yang diberikan provider Internet !!

Domain :

    Jika IP yang diberikan provider internet Anda statik, misal 202.235.223.234 maka teman Anda di jakarta sudah dapat mengakses webserver Anda dengan memasukkan http://203.235.043.234 pada browsernya.Jika ingin lebih ‘manusiawi’ Anda membutuhkan nama domain. Anda dapat memilih nama komersial atau yang disediakan gratis. Jika Ingin nama domain gratis, daftar ke www.dyndns.com

    Oke, Anda sudah memilih nama (fire_angel.homeunix.com), dan meletakkan IP statik Anda pada dyndns,

    Selamat !!

    Siapapun dapat mengakses webserver Anda dengan nama pilihan Anda. http://fire_angel.homeunix.com (Selama komputer Anda hidup :)

Ip Dinamis :

    Untuk IP dinamis, maka yang diperlukan adalah update nomor IP Anda ke jasa nameserver (misalkan dyndns).Ada program ddclient untuk mengupdate IP Anda secara otomatis.
    Install ddclient dan lakukan set agar selalu melakukan update IP Address Provider (yang selalu berubah) ke dyndns.

    So…Anda sudah bisa pamer Webserver nih ! Jangan lupa pamerkan ke saya juga :)

Deploy Server :
Saya perlu menulis ini, karena Slackware Linux jarang disediakan oleh ISP/provider. Distro Populer macam Fedora,Ubuntu, Debian, Centos, bahkan FreeBSD lebih mudah diperoleh secara default.

Tentu Anda tidak berkecil hati bukan :) Kita khan Slackers ! (Slackware Hacker !)Jika Anda memilih Slackware, berarti Anda tahu apa yang akan di perbuat. Bukan sekedar Klik-klik-klik :P

    IP Address
    Jika Anda mendeploy server di data center(dedicated), atau mengirim server racikan sendiri ke gedung Cyber misalnya, maka Anda akan mendapatkan IP Gateway, IP produktif, dan IP broadcast. Juga tidak ketinggalan netmask.(plus tagihan tiap bulan Hehehe)Semisal saya mendeploy sebuah dedicated server disebuah ISP X, (Oke, saya mendapat 16 IP Address) maka saya mendapatkan Ip Gateway 66.165.101.241, Range IP produktif 66.165.101.242—66.165.101.254, dan IP broadcast 66.165.101.255.

    Netmask digunakan untuk membatasi range IP address yang menjadi hak saya :) Untuk kali ini saya mendapatkan netmask 255.255.255.240

    IP Address yang dapat saya gunakan adalah 13 buah. Mulai dari 66.165.101.242 sampai 66.165.101.254. Untuk slackerbox.com menggunakan IP Address 66.165.101.251 :)

    Oke, pertama kali instalasi, (mungkin) hanya port ssh yang tersedia untuk Anda dari provider atau ISP :) Tentu Anda mendapatkan hak akses root :)

    Uji Coba
    Jika Anda meracik server sendiri, lebih baik memastikan server Anda jalan dulu, plus melakukan patch terakhir. Uji coba beban juga disarankan ! Lihat http://slackerbox.com/?q=node/319.

    Uji keamanan awal perlu dipikirkan, terlebih situs Anda menyangkut hajat hidup orang banyak :) Ada banyak tool penetration tester yang dapat digunakan. Lihat tool Nikto di http://slackerbox.com/?q=node/338.

    Jika pihak ISP yang menginstallkan Slackware kesayangan Anda, jangan lupa beri catatan kecil sebelum instalasi & konfigurasi. (kalau mereka bisa ! Hehehe)

    Karena SLackware merupakan distro “Do it Your Self” Mungkin Anda perlu menginstall sendiri paket Httpd APache, PHP, dan MySQL. Paket instalasi minimal (yang dilakukan banyak ISP ) tidak menyertakan paket2 vital buat produksi.

    Heem….Sisanya Anda perlu tanya ke provider/ISP yang Anda pilih.